KEAMANAN SIBER
Kebocoran Data Pribadi Jadi Atensi Presiden Jokowi
Presiden menggelar rapat tertutup membahas keamanan data dari serangan siber. Masyarakat sipil mendorong audit berkala dan penerapan standar pengamanan data.
/https%3A%2F%2Fasset.kgnewsroom.com%2Fphoto%2Fpre%2F2022%2F09%2F04%2F070f3ee4-fd7a-4a3a-9ffd-213456c61580_jpg.jpg)
Deretan nomor kartu SIM telepon seluler baru dari berbagai operator ditawarkan di salah satu gerai di pusat perbelanjaan seluler di kawasan Cideng, Gambir, Jakarta Pusat, Minggu (4/9/2022). Dugaan kebocoran data kartu SIM prabayar dari berbagai operator menambah daftar kebocoran data pribadi warga.
JAKARTA, KOMPAS — Merespons peretasan terhadap data pribadi masyarakat, termasuk yang menyasar tokoh publik serta catatan surat masuk-keluar di Istana Kepresidenan, Presiden Joko Widodo menginstruksikan jajarannya mengkaji mendalam penyebab kebocoran itu. Pemerintah juga menginisiasi pembentukan tim reaksi cepat lintas lembaga untuk mengantisipasi serangan serupa.
Presiden Jokowi menggelar rapat tertutup membahas keamanan data dari serangan siber di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (12/9/2022). Dalam rapat ini hadir Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD, Menteri Komunikasi dan Informatika Johny G Plate, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Kepala Polri Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo, Kepala Badan Intelijen Negara Budi Gunawan, serta Kepala Badan Siber dan Sandi Negara Hinsa Siburian.
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi di halaman 1 dengan judul "Kebocoran Data Pribadi Jadi Atensi Presiden Jokowi".
Baca Epaper Kompas