JARING PENGAMAN SOSIAL
Pemerintah Antisipasi Kendala Penyaluran Bantuan Sosial
Pemerintah menempuh sejumlah cara guna memastikan bantuan tepat sasaran. Per September 2022, bantuan langsung tunai pengalihan subsidi BBM tahap I telah tersalur Rp 6,2 triliun untuk 20,65 juta keluarga penerima manfaat.
/https%3A%2F%2Fasset.kgnewsroom.com%2Fphoto%2Fpre%2F2022%2F09%2F22%2Fd8104287-3fb2-4211-81bf-a99f424c9154_jpg.jpg)
Warga mencairkan dana Bantuan Langsung Tunai Bahan Bakar Minyak (BLT BBM) sebesar Rp 300.000 di Gedung SKKT Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur, Kamis (22/9/2022). BLT BBM diberikan selama empat bulan dengan nilai Rp 150.000 per bulan. Penyalurannya dilakukan dua tahap, yakni September-Oktober Rp 300.000 dan November-Desember Rp 300.000.
JAKARTA, KOMPAS — Pemerintah mengantisipasi potensi kendala yang dihadapi dalam penyaluran bantuan sosial, terutama pada bantuan subsidi upah, seperti dengan menapis dan mencocokkan data rekening pada bank-bank negara. Hal itu ditempuh agar bantuan benar-benar tepat sasaran. Dengan demikian, daya beli masyarakat penerima yang tergerus kenaikan harga bahan bakar minyak dan inflasi menjadi lebih baik.
Menurut data Kementerian Keuangan, Bantuan Langsung Tunai Pengalihan Subsidi BBM (BLT BBM) Tahap I untuk dua bulan sudah terealisasi pada September 2022. Nilainya Rp 300.000 per keluarga penerima manfaat (KPM). Totalnya ada 20,65 juta KPM dengan nilai total Rp 6,2 triliun atau 50 persen dari anggaran. Adapun untuk tahap II (untuk dua bulan) akan diberikan pada November 2022.