Warisan Budaya
Revitalisasi Taman Ismail Marzuki Dinilai Hanya Utamakan Aspek Komersial
Sebagian budayawan merasa tidak dilibatkan sejak awal dalam rencana revitalisasi Taman Ismail Marzuki di Jakarta. Beberapa dari mereka menilai proyek ini hanya mengedepankan aspek komersial.
/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2019%2F09%2FPameran-Lukisan-Bukan-Satu-Garis_83184571_1569080751.jpg)
Pameran lukisan Bukan satu Garis, di Galeri Cipta 2, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Rabu (18/9/2019).
JAKARTA, KOMPAS — Sebagian budayawan menilai revitalisasi Taman Ismail Marzuki melukai dan mengganggu kerja kreatif mereka. Beberapa dari mereka merasa tidak dilibatkan dalam rencana ini sejak awal. Konsep revitalisasi Taman Ismail Marzuki dianggap lebih mengutamakan aspek komersial daripada membangun kesenian Jakarta.
Sebagian budayawan merasa kecewa dengan rencana ini. Mereka ini terutama adalah kalangan yang selama ini berproses dan berkarya di Taman Ismail Marzuki (TIM). Mereka khawatir kehilangan tempat berkarya sejak TIM direvitalisasi. Sebab, konsep revitalisasi itu juga dinilai tidak menjawab kebutuhan dasar seniman.