BISNIS
Kolaborasi Perusahaan Konvensional-Daring Dinilai Lebih Efisien
/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2017%2F12%2FWhatsApp-Image-2017-12-19-at-17.11.44.jpeg)
Direktur PT Blue Bird Tbk Sigit Priawan Djokosoetono (kiri) bersama dengan Senior Vice President Business Development Traveloka Caesar Indra saat peluncuran fitur Transportasi Bandara, di Jakarta Selatan, Selasa (19/12).
JAKARTA, KOMPAS — Kolaborasi antara perusahaan konvensional dan perusahaan penyedia jasa berbasis teknologi digital atau daring dinilai lebih praktis mengingat arus ekonomi digital kian deras. Banyaknya biaya yang harus dikeluarkan untuk pengembangan teknologi digital membuat kolaborasi menjadi pilihan yang lebih rasional.
Derasnya arus ekonomi digital tampak dari sektor usaha informasi dan komunikasi yang memperoleh pertumbuhan tertinggi pada triwulan-III 2017. Badan Pusat Statistik menemukan, sektor tersebut pertumbuhannya mencapai 9,80 persen. Adapun pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan itu mencapai 5,06 persen.