logo Kompas.id
›
Politik & Hukum›Rumor Ganti Menteri dan Istana...
Iklan

Rumor Ganti Menteri dan Istana yang Sepi

Rumor perombakan Kabinet Indonesia Maju beredar saat suasana Istana Kepresidenan sepi agenda. Sejak Oktober lalu, rapat-rapat kabinet tak sepadat sebelumnya. Sidang kabinet paripurna juga sudah tiga bulan tidak digelar.

Oleh
NINA SUSILO, MAWAR KUSUMA WULAN KUNCORO MANIK
· 0 menit baca
Presiden Joko Widodo bersama Wakil Presiden Maâ??ruf Amin bersiap untuk mengumumkan nama menteri yang akan dilantik, di Istana Merdeka, Rabu (23/10/2019). Hari itu, Presiden Joko Widodo mengumumkan susunan kabinet pemerintahannya yang diberi nama Kabinet Indonesia Maju.
KOMPAS/WAWAN H PRABOWO (WAK)

Presiden Joko Widodo bersama Wakil Presiden Maâ??ruf Amin bersiap untuk mengumumkan nama menteri yang akan dilantik, di Istana Merdeka, Rabu (23/10/2019). Hari itu, Presiden Joko Widodo mengumumkan susunan kabinet pemerintahannya yang diberi nama Kabinet Indonesia Maju.

Foto selembar surat berkop dan berlogo Kementerian Sekretariat Negara beredar di media sosial dan grup-grup media percakapan, beberapa hari belakangan. Pada surat itu tertulis daftar nama menteri yang akan diganti berikut penggantinya. Tak sedikit kalangan menganggap surat itu resmi dari Istana karena tercantum tanda tangan Menteri Sekretaris Negara Pratikno.

Surat itu memuat 13 nama dan jabatan menteri serta kepala lembaga yang akan diganti dalam reshuffle (perombakan) ke-7 Kabinet Indonesia Maju. Empat di antaranya menteri dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), yakni Pramono Anung yang dalam surat itu disebut sebagai Menteri Sekretaris Kabinet, Yasonna Laoly (Menkumham), Tri Rismaharini (Menteri Sosial), dan Abdullah Azwar Anas (Menteri PAN dan RB). Satu menteri berasal dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), yakni Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar.

Editor:
ANITA YOSSIHARA
Bagikan