PEMBERANTASAN KORUPSI
Geledah Kantor Basarnas, Puspom TNI dan KPK Sita Bukti Pencairan Cek
Penyidik Puspom TNI dan KPK menyita bukti transaksi pencairan cek dan dokumen yang diduga terkait kasus korupsi di Basarnas.
/https%3A%2F%2Fasset.kgnewsroom.com%2Fphoto%2Fpre%2F2023%2F08%2F04%2F1c0696b5-ba2c-421a-b25b-96123c91584f_jpg.jpg)
Para petugas Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI membawa sejumlah dokumen yang dimuat dalam kotak plastik setelah bersama penyidik KPK melakukan penggeledahan di gedung Kantor Basarnas, Jakarta, Jumat (4/8/2023).
JAKARTA, KOMPAS — Penyidik dari Pusat Polisi Militer TNI dan Komisi Pemberantasan Korupsi, Jumat (4/8/2023), menggeledah kantor Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan atau Basarnas di Jakarta. Dari penggeledahan selama tujuh jam tersebut, penyidik menyita bukti transaksi pencairan cek, dokumen, dan rekaman kamera pengawas atau CCTV.
Kepala Pusat Penerangan TNI Laksamana Muda Julius Widjojono mengungkapkan, tim penyidik dari dua instansi menggeledah kantor Basarnas untuk mencari barang bukti dalam kasus dugaan suap yang diduga melibatkan Kepala Basarnas Marsekal Madya Henri Alfiandi dan Koordinator Administrasi Kepala Basarnas Letnan Kolonel Afri Budi Cahyanto.