logo Kompas.id
OpiniMonolog Muram Wong Cilik
Iklan

Monolog Muram Wong Cilik

Kaum wong cilik kecewa berat jika upaya penundaan pemilu sunguh-sungguh nyata. Kecerdasan batin dan pikiran mereka atas keharusan para penyelenggara negara untuk taat konstitusi terasa diempaskan dan dicampakkan.

Oleh
INDRA TRANGGONO
· 0 menit baca
Ilustrasi
SUPRIYANTO

Ilustrasi

Wacana penundaan Pemilu 2024 muncul lagi. Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat memerintahkan Komisi Pemilihan Umum untuk menunda Pemilu 2024 setelah mengabulkan gugatan perdata yang diajukan Partai Prima. Ini kenyataan atau drama? Atau ini ”drama” yang (akan) dijadikan kenyataan? Begitu tanya kaum wong cilik dan orang-orang biasa.

Putusan kontroversial PN Jakarta Pusat tersebut menyengat banyak pihak, bukan hanya para pakar hukum, tokoh politik, melainkan juga Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD. Ia menganggap putusan PN Jakarta Pusat itu ”salah kamar”. Mahfud menyarankan KPU untuk melawan putusan itu.

Editor:
YOVITA ARIKA
Bagikan