logo Kompas.id
OpiniBiaya Sosial-Ekonomi Utang...
Iklan

Anggaran Belanja Negara

Biaya Sosial-Ekonomi Utang Pemerintah

Alokasi pembayaran utang yang besar dalam APBN telah menimbulkan biaya sosial dan ekonomi yang besar. Pemerintah harus lebih fokus dan efisien, untuk sektor kesehatan saat ini, dan untuk menciptakan lapangan kerja.

Oleh
DANI SETIAWAN
· 1 menit baca
https://assetd.kompas.id/xHTYePOnaw-RsYrdLdZpxXxFjM8=/1024x576/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F09%2F20210928-Opini-Digital-2_1632841593.jpg
Kompas

Heryunanto

Penyusunan kebijakan fiskal di masa pandemi masih menjadi tantangan besar. Meskipun situasinya serba tidak pasti, perencanaan yang cermat diikuti dengan kecepatan dan ketepatan dalam eksekusi wajib menjadi perhatian. Kalkulasi teknokratik dan serangkaian prosedur baku regulasi dan prosesnya, dipaksa untuk menyesuaikan dengan kecepatan penyebaran virus yang telah berdampak sangat besar terhadap kondisi sosial dan ekonomi rakyat.

Pemerintah dituntut melakukan konsolidasi fiskal baik dari sisi pendapatan, belanja, maupun pembiayaan. Meski dilakukan refocusing anggaran yang besar untuk prioritas pemulihan kesehatan, tetapi tuntutan percepatan pemulihan ekonomi adalah dilema yang tidak bisa dihindarkan. Termasuk menekan jumlah pengangguran dan kemiskinan yang meningkat di masa pandemi melalui skema perlindungan sosial. Kebijakan ini masih menjadi pilihan, meskipun dalam kondisi normal bukan strategi yang dapat diandalkan untuk mengatasi kemiskinan.

Editor:
yovitaarika
Bagikan
Terjadi galat saat memproses permintaan.
Artikel Terkait
Belum ada artikel
Iklan