Perumahan
Persoalan Lahan Membayangi Pemenuhan Rumah
Pemenuhan rumah layak huni di Indonesia memerlukan terobosan untuk mengatasi berbagai hambatan suplai dan permintaan.
/https%3A%2F%2Fasset.kgnewsroom.com%2Fphoto%2Fpre%2F2023%2F06%2F26%2Fad440c20-fd80-407a-bae0-67f936be8f64_jpg.jpg)
Foto aerial proyek pembangunan rumah tapak di kawasan Cisauk, Kabupaten Tangerang, Banten, Minggu (25/6/2023). Proyek perumahan tapak tumbuh subur di kawasan pinggiran Jakarta yang memiliki kemudahan akses jalan tol dan transportasi massal seperti KRL.
Sebagian besar rumah tangga di Indonesia tercatat ingin memiliki rumah. Namun, sebanyak 12,7 juta rumah tangga di Indonesia belum bisa mengakses rumah layak huni. Ketersediaan lahan serta pembenahan regulasi dan tata ruang dinilai menjadi solusi untuk mengatasi kekurangan rumah.
Koordinator Perumahan Direktorat Perumahan dan Kawasan Permukiman Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Ira Lubis mengemukakan, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) fokus pada pemenuhan akses terhadap rumah layak huni. Kriteria kelayakan hunian mencakup ketahanan bangunan, luas bangunan, sanitasi, dan air minum.