Gea dan Ranting Pohon Kemenyan
Dua minggu lalu, Gea panik berat setelah mengetahui bahwa ia positif hamil. Sementara, seperti cerita klasik kebanyakan, Adit, pacarnya yang aktivis kampus itu, menghilang mendadak saat diberi tahu.
Sudah jam setengah empat pagi. Lorong rumah sakit yang terletak di pinggiran kota Jakarta ini masih begitu sepi. Aku dan kekasihku duduk persis di depan kamar jenazah. Kami menunggu keajaiban. Aku sendiri masih terus berharap apa yang kualami ini hanya mimpi.
Tidak seperti biasanya, pagi-pagi sekali ibu kos mengetuk pintu kamar. Rupanya ia datang untuk mengabari bahwa empat hari lagi aku bisa menempati kamar paling depan. Penghuni sebelumnya, Gea, akan balik ke Jambi. βIbu ingat dulu kamu naksir kamar depan itu, kan? Sebelum pemilik baru datang, kamu ambil sajalah kamar itu.β