Menu
Cari
Berlangganan
Masuk
Mobile App
Reward
Kompas Hari Ini
Baru
Gerai
Institute
Weekend
Beranda
Polhuk
Pilkada 2024
Ekonomi
Wirausaha
Opini
Artikel Opini
Analisis Ekonomi
Analisis Budaya
Analisis Politik
Kolom
Tajuk Rencana
Surat Pembaca
Humaniora
Dikbud
Ilmiah Populer
Iptek
Kesehatan
Dana Kemanusiaan Kompas
Nusantara
Metro
Internasional
Olahraga
Tokoh
Sosok
Wawancara
Figur
Nama & Peristiwa
Gaya Hidup
Kendara
Gawai
Kuliner
Mode
Properti
Riset
Kajian Data
Linimasa
Survei
Investigasi
Tutur Visual
Video
Video Berita
Program
Dokumenter
Lainnya
harimurti kridalaksana
Kelas kata dalam bahasa Indonesia mudah goyah. Tak heran jika ada satu kata yang memiliki dua kelas kata.
Bagikan
Pencopet dan Perampok
Kelas kata dalam bahasa Indonesia mudah goyah. Tak heran jika ada satu kata yang memiliki dua kelas kata.
Opini
·
3 Desember 2024 · 06:00 WIB
Harus ”Kyuris”, Dilarang ”Kyu Win”
Pelafalan akronim dari bahasa asing (Inggris) oleh penutur bahasa Indonesia cenderung bermasalah dan memunculkan perdebatan. Penyebab perdebatan ini dimulai dari ketidakpatuhan penutur pada penyingkatan.
Opini
·
14 Februari 2023 · 06:05 WIB
Dialek Jakarta
Mengapa para penulis memakai dialek Jakarta meski kata-kata yang semakna tersedia dalam bahasa Indonesia?
Opini
·
20 Desember 2022 · 06:00 WIB
Mengenang Harimurti Kridalaksana Seorang ”Yogi” Bahasa yang Santun
Harimurti bukan hanya pakar bahasa Indonesia, bukan hanya pemerhati seperti biasa dia katakan, melainkan ia juga ”yogi”. Ia ibarat pemain yoga yang bergulat dengan linguistik sekaligus menempa mental di luar kebahasaan.
Opini
·
26 Juli 2022 · 06:00 WIB
Guru Linguistik Harimurti Kridalaksana Berpulang
Pakar linguistik sekaligus Guru Besar Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia, Harimurti Kridalaksana, berpulang. Penelitian dan buku-buku yang ia tulis memberi sumbangsih besar bagi dunia linguistik Indonesia.
Humaniora
·
11 Juli 2022 · 21:33 WIB
Iklan
Kata ”Dimengerti”: Bukan Anomali
Bagi sebagian pemerhati bahasa, kata ”dimengerti” dianggap sebagai anomali karena mengandung dua imbuhan yang bertentangan. Namun, teori struktural bahasa menafikan hal itu.
Kolom
·
24 Mei 2022 · 05:37 WIB
Tahana ”Apalagi”
Kata ”apalagi” bisa dikategorikan sebagai kata penghubung yang luwes. ”Apalagi” dapat dianggap ”kata sambung” juga meskipun sebenarnya ia adalah ”frasa sambung” yang terdiri dari dua kata, yakni ”apa” dan ”lagi”.
Pendidikan & Kebudayaan
·
15 Februari 2022 · 05:29 WIB
Barongsai
Menjelang dan semasa Imlek, kata-kata dari bahasa yang berada di China bermunculan di sekitar kita. Satu di antaranya adalah ”barongsai”. Benarkah kata ini berasal dari kata ”barong” dan ”sai”?
Pendidikan & Kebudayaan
·
8 Februari 2022 · 06:00 WIB
Terbaru
Nyepi di Bali, Angkutan Udara Tak Beroperasi H-2 Lebaran
13 menit lalu
BHR Ojol, Antara Mimpi dan Realita
14 menit lalu
Mengenal Sesar Sagaing, Pemicu Gempa Bermagnitudo 7,7 di Myanmar
27 menit lalu
KBRI Bangkok: Kondisi WNI Aman, ”Hotline” Aktif
36 menit lalu
Ridwan Kamil, Melejit hingga Bursa Capres, Kini Anjlok Dirundung Soal
41 menit lalu
Iklan