Brexit
Strategi Boris Johnson Melanggar Hukum
Mahkamah Agung Inggris memutuskan Perdana Menteri Boris Johnson melanggar hukum karena menskors parlemen selama lima minggu. Putusan tersebut menjadi pukulan bagi wibawa Johnson dan merumitkan proses Brexit.

Foto yang diambil dari video yang dirilis Parlemen Inggris, Rabu (3/9/2019), ini menunjukkan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson berdiri dan berbicara di Majelis Rendah, London, saat memberikan pernyataan terkait pertemuan G-7 baru-baru ini.
LONDON, RABU — Mahkamah Agung Inggris memutuskan Perdana Menteri Boris Johnson melanggar hukum karena menskors parlemen selama lima minggu. Putusan tersebut menjadi pukulan bagi wibawa Johnson dan merumitkan proses Brexit menjelang tenggat.
Sebanyak 11 hakim dengan suara bulat memutuskan Johnson bertindak tidak sah dengan menangguhkan sidang parlemen selama lima minggu menjelang keluarnya Inggris dari Uni Eropa atau Brexit pada 31 Oktober 2019.