logo Kompas.id
UtamaEkonomi Domestik Butuh...
Iklan

KEBIJAKAN MONETER

Ekonomi Domestik Butuh Stimulus, Ruang Pelonggaran Suku Bunga Masih Terbuka

Penurunan suku bunga pada bulan lalu menyiratkan kekhawatiran Bank Indonesia (BI) atas risiko perlambatan ekonomi domestik. BI akan fokus mengarahkan kebijakan moneter untuk mendukung pertumbuhan.

Oleh
Dimas Waraditya Nugraha
· 1 menit baca
https://assetd.kompas.id/gzLGX3TSTCVJSy-ZaUBuk1yvP6w=/1024x576/filters:watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2019%2F07%2F20190719_ENGLISH-TAJUK_B_web_1563548456.jpg
KOMPAS/ALIF ICHWAN

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mempersilakan wartawan untuk bertanya. Sebelumnya Gubernur BI bersama jajaran Deputi BI Dody Budi Waluyo, Erwin Rijanto, Senior Deputi BI Mirza Adityaswara dan Sugeng mengadakan konferensi pers untuk mengumumkan hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) di gedung BI, Jakarta, Kamis (18/7/2019).

JAKARTA, KOMPAS — Tren perlambatan pertumbuhan ekonomi Indonesia masih memerlukan dorongan stimulus dari sisi moneter berupa penurunan level suku bunga. Perbaikan data perdagangan juga membuka ruang bagi Bank Indonesia untuk kembali memangkas suku bunga acuan yang saat ini berada di level 5,5 persen.

Ekonom Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Universitas Indonesia Febrio Kacaribu mengatakan, penurunan suku bunga pada bulan lalu menyiratkan kekhawatiran BI atas risiko perlambatan ekonomi domestik. BI akan fokus mengarahkan kebijakan moneter untuk mendukung pertumbuhan.

Editor:
Hendriyo Widi
Bagikan
Memuat data...
Memuat data...
Memuat data...