Metode Belajar
"Menjebak" Siswa Mencintai STEAM
/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2019%2F06%2F20190511-dne-2greenmech_1559827829.jpg)
Suasana lomba Greenmech Junior dan Robot Bermisi di Universitas Tarumanagara, Jakarta, Sabtu (11/5/2019) yang diikuti siswa SD hingga SMA. Metode lomba merancang dan membangun sistem menggunakan balok plastik menyenangkan bagi siswa sehingga lebih terasa seperti sedang bermain dibandingkan belajar sains.
Pelajaran sains, teknologi, keinsinyuran, seni, dan matematika atau STEAM masih menjadi momok bagi banyak siswa karena dianggap susah. Tak kenal maka tak sayang. Untuk membuat siswa tertarik, guru dan orangtua harus membuat "jebakan-jebakan" agar anak-anak jatuh cinta.
Metode terbaik mengajarkan STEAM adalah melalui permainan. Akan tetapi, permainan tersebut tidak sekadar untuk bersenang-senang, melainkan merupakan permainan yang berdasarkan studi kasus berbagai hal di kehidupan sehari-hari yang bahkan sering tidak kita perhatikan.
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi di halaman 6 dengan judul ""Menjebak" Siswa Mencintai STEAM".
Baca Epaper Kompas