logo Kompas.id
TokohFahmi Lolahi dan Fahri Lolahi,...
Iklan

Jelajah Laut Papua Maluku

Fahmi Lolahi dan Fahri Lolahi, Memupuk Kesadaran dari Pulau Tulang

Reklamasi Pantai Tobelo yang merugikan warga mendorong Fahmi Lolahi dan Fahri Lolahi kembali ke kampung halaman. Dengan cara kreatif, keduanya mengubah pulau angker menjadi tempat wisata ekologis untuk memupuk kesadaran.

Oleh
KURNIA YUNITA RAHAYU, DIONISIUS REYNALDO TRIWIBOWO, ANTONIUS PONCO ANGGORO
· 1 menit baca
Fahri Lolahi (kiri) dan Fahmi Lolahi, kakak beradik penjaga Pulau Tulang, di Tobelo, Halmahera Utara, Maluku Utara, awal September 2023.
KOMPAS/DANU KUSWORO

Fahri Lolahi (kiri) dan Fahmi Lolahi, kakak beradik penjaga Pulau Tulang, di Tobelo, Halmahera Utara, Maluku Utara, awal September 2023.

Plang besar bertuliskan ”Tobelo City” tertancap pada tepian sebuah pulau kecil di tengah perairan. Plang oranye itu kontras dengan birunya laut serta pasir putih dan pepohonan yang menutup sebagian besar daratan pulau. Nuansa warna-warni tersebut menyambut siapa pun yang berkunjung ke Pulau Tulang, Kecamatan Tobelo, Kota Tobelo, Halmahera Utara, Maluku Utara.

Semarak warna-warni kian terasa saat memasuki gerbang utama pulau yang luasnya tak lebih dari 2 hektar itu. Rumah dua lantai dengan dinding yang terbuat dari susunan botol beraneka warna berdiri tegak di tengah-tengahnya.

Editor:
DAHONO FITRIANTO
Bagikan

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi di halaman 16 dengan judul "Kesadaran dari Pulau Tulang".

Baca Epaper Kompas
Terjadi galat saat memproses permintaan.