logo Kompas.id
β€Ί
Politik & Hukumβ€ΊKeluarga Korban Kasus HAM...
Iklan

Keluarga Korban Kasus HAM Berat Masa Lalu Pesimistis dengan Instruksi Jaksa Agung

Instruksi percepatan penanganan perkara HAM berat masa lalu sudah berulang kali disampaikan, tetapi kenyataannya perkara tak pernah dilanjutkan ke tingkat penyidikan, apalagi sampai disidangkan di pengadilan HAM.

Oleh
Norbertus Arya Dwiangga Martiar
Β· 1 menit baca
https://cdn-assetd.kompas.id/iQigHKWNrlnOXcjQWFtAJ6FSOYI=/1024x576/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2018%2F04%2F20_399293_getattachment7ad8828b-9e8f-4bad-9029-2da6f7c24b54390680.jpg
ANTARA/M AGUNG RAJASA

Aktivis Jaringan Solidaritas Korban untuk Keadilan menggelar aksi Kamisan ke-471 di depan Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (8/12/2016). Aksi Kamisan rutin digelar setiap Kamis untuk mengingatkan pemerintah agar menuntaskan kasus-kasus pelanggaran HAM berat masa lalu.

JAKARTA, KOMPAS β€” Keluarga korban pesimistis penanganan perkara pelanggaran hak asasi manusia berat masa lalu akan lebih cepat setelah ada instruksi dari Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin kepada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus. Pasalnya, instruksi serupa telah berulang kali disampaikan, tetapi kenyataannya perkara tidak pernah dilanjutkan ke tingkat penyidikan, apalagi sampai disidangkan di pengadilan HAM.

Sekretaris Jenderal Ikatan Keluarga Orang Hilang (Ikohi) Zaenal Muttaqin mengatakan hal itu saat dihubungi, Senin (22/11/2021). Menurut dia, jika Jaksa Agung betul-betul serius, semestinya kejaksaan duduk bersama dengan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) sebagai penyelidik perkara untuk mencari solusi jika ada hambatan dalam penanganan perkara.

Editor:
Antonius Ponco Anggoro
Bagikan