logo Kompas.id
ā€ŗ
Opiniā€ŗKemunduran Demokrasi
Iklan

Demokrasi

Kemunduran Demokrasi

Pada akhirnya hukum hanya dimanfaatkan sebagai legitimasi legal untuk menjalankan kekuasaan sesuai selera penguasa.

Oleh
MUHAMMAD KEVIN SETIO HARYANTO
Ā· 1 menit baca
https://assetd.kompas.id/tKyI3VANI59ZV1LQSyui9alFty4=/1024x576/https%3A%2F%2Fasset.kgnewsroom.com%2Fphoto%2Fpre%2F2023%2F09%2F10%2Ff4e0ddc5-5572-4ff6-b4dd-22b88aca6e1b_jpg.jpg

Nancy Bermeo, seorang ilmuwan politik dari Universitas Oxford, memperkenalkan konsep kemunduran demokrasi (democratic backsliding) dalam tulisannya yang berjudul ā€On Democratic Backslidingā€.

Menurut temuannya berdasarkan komparasi politik sejumlah negara di dunia, terdapat tiga gejala kemunduran demokrasi, salah satunya adalah peningkatan kekuasaan eksekutif (executive aggrandizement). Metode yang digunakan ialah berbeda dengan cara konvensional yang cenderung represif, seperti membubarkan dan mengudeta parlemen. Cara itu tergolong kuno dan sudah ditinggalkan.

Editor:
YOHANES KRISNAWAN
Bagikan

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi di halaman 7 dengan judul "Kemunduran Demokrasi".

Baca Epaper Kompas
Terjadi galat saat memproses permintaan.
Artikel Terkait
Belum ada artikel
Iklan
Memuat data...