logo Kompas.id
β€Ί
Opiniβ€ΊDilema Internet Cepat
Iklan

Dilema Internet Cepat

Selain masalah teknis dan hitung-hitungan bisnis, operator menghadapi dilema iklim bisnis internet yang belum kondusif.

Oleh
RICO USTHAVIA FRANS ANGGOTA STEERING COMMITTEE INDONESIA FINTECH SOCIETY
Β· 1 menit baca
Dua perempuan sedang mengakses <i>Wi-Fi</i> berbayar dari internet satelit untuk urusan pekerjaan di sebuah warung di dermaga Polaga, Desa Sikakap, Kecamatan Sikakap, Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, Rabu (21/6/2023). Wifi berbayar dari internet satelit/radio merupakan satu-satunya cara mengakses internet di Sikakap, pusat perdagangan tertua di Kepulauan Mentawai.
KOMPAS/YOLA SASTRA

Dua perempuan sedang mengakses Wi-Fi berbayar dari internet satelit untuk urusan pekerjaan di sebuah warung di dermaga Polaga, Desa Sikakap, Kecamatan Sikakap, Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, Rabu (21/6/2023). Wifi berbayar dari internet satelit/radio merupakan satu-satunya cara mengakses internet di Sikakap, pusat perdagangan tertua di Kepulauan Mentawai.

Berdasarkan laporan Speedtest Global Index pada Desember 2023, peringkat kecepatan internet di Indonesia masih rendah, bahkan untuk ukuran Asia Tenggara. Untuk kategori internet mobile, kecepatan internet rata-rata Indonesia mencapai 24,96 Mbps, berada di peringkat ke-97 dari 146 negara di dunia.

Di Asia Tenggara, Indonesia kalah dari Singapura, Malaysia, Thailand, Laos, Vietnam, Filipina, Brunei Darussalam, dan Kamboja. Kita hanya menang jika dibandingkan dengan Myanmar dan Timor Leste. Hal yang sama terjadi pada kategori fixed broadband atau internet lewat kabel ke rumah-rumah.

Editor:
FX LAKSANA AGUNG SAPUTRA
Bagikan