Politik Identitas
Politik Identitas dan Keadaban Publik
Kebohongan makin marak di era Pasca-Kebenaran karena iklim sosial-politik membiarkan emosi memihak ke keyakinan mengalahkan obyektivitas dan rasionalitas. Mengapa keyakinan politik kerap tak dilandasi fakta obyektif?

Ilustrasi
Situasi sosial-politik di Indonesia akhir-akhir ini mudah memicu polemik dan ketegangan karena gerak kelompok masyarakat tertentu yang cenderung menolak kebinekaan.
Dinamika di atas ditunjang perkembangan komunikasi digital, terutama media sosial (Facebook, Blog, SnapChat, Twitter, Tiktok, ataupun Youtube). Medsos adalah bentuk jurnalisme warga. Kendalinya lebih di tangan pengguna, yang tidak bisa dituntut seperti praktisi profesional.
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi di halaman 6 dengan judul "Politik Identitas dan Keadaban Publik".
Baca Epaper Kompas