OLIMPIADE Paris 2024
Raket Seharga Rp 7.000 hingga Cakram Padat ”Barbie” di Balik Prestasi Gregoria
Raket seharga Rp 7.000 yang mendekatkan Gregoria dengan bulu tangkis. CD ”Barbie” merawat semangatnya untuk berlatih.
/https%3A%2F%2Fasset.kgnewsroom.com%2Fphoto%2Fpre%2F2024%2F08%2F07%2Fc5fbcd45-344e-4d3e-bc4a-1b4f636b16fa_jpg.jpg)
Gregorius Maryanto (kiri) dan Fransiska Romana (kanan) berfoto dengan medali dan potret putrinya, Gregoria Mariska Tunjung Cahyaningsih, di kediaman mereka, Desa Bulusulur, Kecamatan Wonogiri, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, Selasa (6/8/2024). Sang putri menjadi peraih medali perunggu Olimpiade Paris 2024 dari cabang olahraga bulu tangkis.
Segudang prestasi tingkat dunia telah ditorehkan tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung Cahyaningsih. Baru-baru ini, medali perunggu diraihnya dalam Olimpiade Paris 2024. Kilau medali yang terkalung di lehernya diwarnai kisah tentang raket seharga Rp 7.000 hingga cakram padat Barbie dari lapak-lapak pedagang kaki lima.
Gregorius Maryanto (56) dan Fransiska Romana (56) tak pernah membayangkan, putri tunggal mereka, Gregoria, bakal menjadi salah satu peraih medali pada ajang Olimpiade. Semula, mimpi itu terasa sangat jauh bagi seorang bocah dari Desa Bulusulur, Kecamatan Wonogiri, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.