BANJIR DAN ROB SEMARANG
Semarang Langganan Banjir, Pelibatan Masyarakat Dibutuhkan
Penanganan banjir dan rob di Kota Semarang, Jateng, dinilai minim melibatkan masyarakat. Masyarakat bakal dilibatkan.
/https%3A%2F%2Fasset.kgnewsroom.com%2Fphoto%2Fpre%2F2023%2F11%2F28%2F5abdbaf9-c412-45f7-a7e2-0fe85c63f7f6_jpg.jpg)
Sebuah truk yang mogok dengan latar belakang kendaraan lainnya saat berjuang melintasi banjir di Kaligawe, Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa (28/11/2023). Hujan deras dengan waktu lama dan berintensitas tinggi kembali menyebabkan banjir di sejumlah titik di Semarang utara, salah satunya Kaligawe. Banjir tersebut berdampak pada kemacetan lalu lintas dan terhambatnya mobilisasi warga pada saat jam sibuk berangkat kerja.
SEMARANG, KOMPAS — Banjir dan rob masih menjadi bencana langganan yang mengintai masyarakat, khususnya, di Kota Semarang, Jawa Tengah. Ke depan, masyarakat harus dilibatkan untuk mencegah serta menekan dampak buruknya.
Direktur Bina Operasi dan Pemeliharaan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Muhammad Adek Rizaldi mengatakan, penanganan banjir dan rob terdiri dari dua jenis, yaitu struktural dan non-struktural. Penanganan struktural dilakukan lewat pekerjaan fisik, seperti pembangunan dan meninggikan tanggul serta normalisasi sungai.