logo Kompas.id
NusantaraMudik Lokal Jatim, dari...
Iklan

MUDIK LEBARAN 2022

Mudik Lokal Jatim, dari Antarkota hingga Kepulauan

Pergerakan mudik lokal secara besar-besaran juga mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyiapkan fasilitas mudik gratis ke 15 daerah tujuan.

Oleh
RUNIK SRI ASTUTI
· 1 menit baca
Pemudik yang akan menuju Pulau Masalembu, Kabupaten Sumenep, naik KM Sabuk Nusantara di Pelabuhan Tanjung Perak, Kota Surabaya, Jawa Timur, Kamis (21/4/2022). Diprediksi akan ada sekitar 1,4 juta orang yang mudik menggunakan sarana transportasi laut pada Lebaran 2022. Kementerian Perhubungan telah menyiapkan armada sebanyak 1.186 kapal yang berasal PT Pelni, armada perintis, dan armada swasta, yang totalnya mampu mengangkut 2,4 juta penumpang.
KOMPAS/BAHANA PATRIA GUPTA

Pemudik yang akan menuju Pulau Masalembu, Kabupaten Sumenep, naik KM Sabuk Nusantara di Pelabuhan Tanjung Perak, Kota Surabaya, Jawa Timur, Kamis (21/4/2022). Diprediksi akan ada sekitar 1,4 juta orang yang mudik menggunakan sarana transportasi laut pada Lebaran 2022. Kementerian Perhubungan telah menyiapkan armada sebanyak 1.186 kapal yang berasal PT Pelni, armada perintis, dan armada swasta, yang totalnya mampu mengangkut 2,4 juta penumpang.

Kementerian Perhubungan memperkirakan 14,6 juta orang bakal mudik dari daerah-daerah di Jawa Timur ke berbagai tujuan menyambut Idul Fitri 1443 H. Di antara mereka ada pemudik lokal yang pulang kampung tanpa keluar batas wilayah Provinsi Jatim, lewat perjalanan darat antarkota hingga menumpang pesawat dan kapal ke kepulauan.

Lebaran tak hanya dimaknai meraih kemenangan. Bagi masyarakat Jawa Timur, Lebaran juga menjadi momen merajut kembali kebersamaan dengan keluarga dan sanak saudara di kampung halaman. Karena itulah, mudik atau kepulangan ke tanah kelahiran menjadi sesuatu yang patut diperjuangkan dengan beragam jalan.

Editor:
JOHANES GALUH BIMANTARA
Bagikan

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi di halaman 20 dengan judul "Mudik Lokal Jatim, dari Antarkota hingga Kepulauan".

Baca Epaper Kompas
Terjadi galat saat memproses permintaan.
Artikel Terkait
Belum ada artikel
Iklan