logo Kompas.id
NusantaraWarga Wadas Laporkan Kekerasan...
Iklan

PROYEK INFRASTRUKTUR

Warga Wadas Laporkan Kekerasan oleh Aparat ke Mabes Polri

Perwakilan warga Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jateng, melaporkan kekerasan yang dilakukan aparat kepada Mabes Polri. Warga juga mengadu ke sejumlah instansi lain terkait penambangan andesit di desanya.

Oleh
KRISTI DWI UTAMI
· 1 menit baca

Polisi dan personel TNI bersiap mengawal petugas Badan Pertanahan Nasional yang akan melakukan pengukuran tanah di Desa Wadas, Kecamatan Bener, Purworejo, Jawa Tengah, Kamis (10/2/2022). Hari terakhir pengukuran tanah terkait rencana penambangan batu andesit di desa itu sebagai material pembangunan Bendungan Bener berlangsung dengan pengawalan personel kepolisian dan militer. Sehari sebelumnya, proses pengukuran tanah telah mencapai lebih dari 70 persen. Bendungan Bener adalah proyek strategis nasional yang akan dibangun dengan dana APBN sebesar Rp 2,060 triliun. Rencana penambangan andesit menimbulkan pro dan kontra antarwarga desa itu.
KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO

Polisi dan personel TNI bersiap mengawal petugas Badan Pertanahan Nasional yang akan melakukan pengukuran tanah di Desa Wadas, Kecamatan Bener, Purworejo, Jawa Tengah, Kamis (10/2/2022). Hari terakhir pengukuran tanah terkait rencana penambangan batu andesit di desa itu sebagai material pembangunan Bendungan Bener berlangsung dengan pengawalan personel kepolisian dan militer. Sehari sebelumnya, proses pengukuran tanah telah mencapai lebih dari 70 persen. Bendungan Bener adalah proyek strategis nasional yang akan dibangun dengan dana APBN sebesar Rp 2,060 triliun. Rencana penambangan andesit menimbulkan pro dan kontra antarwarga desa itu.

SEMARANG, KOMPAS — Sejumlah warga dari Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, mendatangi Markas Besar Kepolisian Negara RI untuk melaporkan kekerasan yang mereka alami, 8 Februari lalu. Kejadian itu disebut warga bukan yang kali pertama. Warga meminta agar kekerasan yang dilakukan aparat tidak terulang lagi ke depannya.

Editor:
AGNES BENEDIKTA SWETTA BR PANDIA
Bagikan
Terjadi galat saat memproses permintaan.
Artikel Terkait
Belum ada artikel
Iklan
Memuat data...