FESTIVAL HAM 2021
Pemerintah Dinilai Ingkar, Moeldoko Ditolak dalam Aksi Kamisan di Semarang
Pada Kamis (18/11/2021) atau hari ketiga pelaksanaan Festival HAM 2021 di Semarang, sekitar 30 orang melakukan Aksi Kamisan. Moeldoko, Beka Ulung Hapsara, dan Hendrar Prihadi mendatangi aksi, tetapi ditolak dan diusir.
/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F10%2F1abbafaf-9c85-4e27-84ae-38f4eb8ceada_jpg.jpg)
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko diwawancarai wartawan di Desa Rawaurip, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Jumat (8/10/2021). Dalam kunjungannya, Moeldoko mendengarkan keluhan petani terkait banjir rob hingga harga jual garam.
SEMARANG, KOMPAS — Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mendapat penolakan dari massa saat mendatangi Aksi Kamisan di dekat lokasi Festival HAM 2021 di Kota Semarang, Jawa Tengah, Kamis (18/11/2021). Penolakan dinilai sebagai ekspresi terhadap penanganan kasus-kasus hak asasi manusia di masa lalu oleh pemerintah yang cenderung stagnan.
Hal tersebut dikatakan dosen Ilmu Politik Universitas Negeri Semarang, Cahyo Seftyono, mengomentari penolakan dan pengusiran Moeldoko saat mendatangi peserta Aksi Kamisan Semarang di Taman Signature Semarang. Lokasi aksi terletak di seberang Hotel Po Semarang, tempat berlangsungnya Festival HAM 2021, pada 16-19 November.