KRIMINALITAS
Takjil yang Tewaskan Bocah 10 Tahun di Bantul Mengandung Racun
Berawal dari paket takjil misterius, di Bantul, seorang anak berusia 10 tahun tewas. Aparat kepolisian memastikan takjil misterius yang disantap mengandung racun. Penyelidikan atas kasus tersebut masih terus berlangsung.
/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F04%2F76ecd935-7550-4927-bd21-bbf839f093f3_jpg.jpg)
Umat Katolik membagikan takjil untuk pengguna jalan di depan Gereja Katolik Santo Paulus Miki, Kota Salatiga, Jawa Tengah, Selasa (27/4/2021). Setiap hari sedikitnya 150 paket takjil dibagikan di tempat itu selama bulan Ramadhan. Dana untuk pengadaan takjil berasal dari sumbangan umat gereja tersebut. Pembagian takjil dilakukan rutin setiap Ramadhan sejak 2015 sebagai wujud semangat berbagi dengan sesama.
BANTUL, KOMPAS — Sebuah paket takjil misterius menewaskan seorang anak berusia 10 tahun di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pekan lalu. Dari hasil uji laboratorium, sampel takjil terbukti mengandung racun. Aparat kepolisian terus mendalami kasus untuk mengungkap dalang utama.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor (Polres) Bantul Ajun Komisaris Ngadi menyampaikan, pihaknya telah menerima hasil uji laboratorium kasus takjil misterius. Terdapat racun jenis C yang terkandung dalam makanan yang diuji sampelnya tersebut.