logo Kompas.id
β€Ί
Nusantaraβ€ΊPolitik Uang dan Intimidasi...
Iklan

Politik Uang dan Intimidasi Jadi Ancaman PSU di Penukal Abab Lematang Ilir

Politik uang, intimidasi terhadap calon pemilih, hingga kecurangan di tempat pemungutan suara berpotensi muncul dalam pemilihan suara ulang di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir. Berbagai pihak mengantisipasinya.

Oleh
RHAMA PURNA JATI
Β· 1 menit baca
https://cdn-assetd.kompas.id/D_mQle5ZNF0cVDHvzASUijrYYGU=/1024x683/filters:watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2020%2F12%2F20201209RAM-Tinta_1607511257.jpg
KOMPAS/RHAMA PURNA JATI

Seorang petugas sedang menumpahkan tinta ke kelingking pemilih di TPS 4 Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Rabu (9/12/2020). Pelaksanaan protokol kesehatan pada pilkada tahun ini sangat ketat.

PALEMBANG, KOMPAS β€” Badan Pengawas Pemilu Sumsel memetakan potensi kerawanan yang dalam pemungutan suara ulang di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir, Sumatera Selatan, pada 21 April 2021.  Potensi itu adalah politik uang, intimidasi terhadap calon pemilih, dan kecurangan di tempat pemungutan suara. Karena itu, proses pendampingan akan dilakukan seketat mungkin agar potensi kerawanan itu tidak terjadi.

Koordinator Divisi Pengawasan dan Hubungan Antarlembaga Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumsel Junaidi, Selasa (13/4/2021), mengatakan, jelang pemungutan suara ulang (PSU) yang akan digelar di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir,  Bawaslu Sumsel akan fokus pada beragam kerawanan yang mungkin terjadi.

Editor:
aufrida wismi
Bagikan