RUMAH PILKADA
Tantangan Inovasi di Bumi Intan Pari
Kabupaten Semarang dilimpahi tanah subur dengan beragam hasil bumi. Namun, pemasaran yang tergolong tradisional menyebabkan potensi daerah belum tergarap optimal. Inovasi jadi keniscayaan bagi pemimpin daerah mendatang.
Berada di kaki perbukitan dan gunung, Kabupaten Semarang dilimpahi tanah subur dengan beragam hasil bumi. Namun, pemasaran yang tergolong masih tradisional mengakibatkan potensi daerah belum tergarap optimal. Kebijakan inovatif jadi keniscayaan guna meningkatkan nilai tambah rantai perdagangan.
/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2020%2F06%2F20200613WEN9_1592023762.jpg)
Salah satu obyek wisata alam dan kuliner di sekitar Rawapening, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (13/6/2020). Setelah hampir dua bulan usaha wisata alam mati suri selama pandemi ini, kini mulai beraktivitas kembali.
Yuan Setianto (37) mencermati lembar demi lembar buku catatan penjualan di ”ruang kantor” berukuran 3 meter x 6 meter, di Bandungan, Kabupaten Semarang. Sesekali, pandangan beralih ke layar komputer jinjing di atas meja untuk memeriksa rekapitulasi transaksi Pusat Sayur Buah (PSB) Bandungan.
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi di halaman 16 dengan judul "Tantangan Inovasi di Bumi Intan Pari".
Baca Epaper Kompas