ENERGI MUDA
Para Pencari Solusi pada Era Digital
Masih terngiang lontaran Bu Tejo dalam film pendek ”Tilik”, yang kira-kira terjemahannya begini, “Jadi orang itu, ya, harus solutif (punya solusi)!” Kaum muda selalu ada menjawab tantangan bernada nyinyir itu.

Tangkapan layar laman The Store Front yang menjual berkas musik digital. Toko ini memberikan 90 persen dari harga jual kepada pemilik lagu, jauh lebih besar dibandingkan dengan layanan streaming musik.
Sejumlah kaum muda masih menjaga sumpahnya menjadi agen perubahan di ranah masing-masing. Jika pada 1928 diplomasi jadi andalan, kini terobosan teknologi mendominasi. Masalah royalti karya musik di jagat digital hingga urusan susu basi ada jalan keluarnya.
Laporan keuangan The Store Front (TSF) itu terpampang di akun Instagram dan yang lebih rinci bisa diunduh dari situs the-storefront.club, pada Minggu (25/10/2020). Di situ tertulis, ”Penghasilan Musisi Rp 2.956.000”, dan “Penghasilan TSF Rp 328.500”.
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi di halaman 1 dengan judul "Para Pencari Solusi di Era Digital ".
Baca Epaper Kompas