Perancis
Massa Perancis Masih Berunjuk Rasa, Kepopuleran Macron Terus Menurun
Presiden Perancis Emmanuel Macron semakin tidak populer karena bersikukuh mengesahkan kenaikan usia pensiunwalau rakyat menolak.

Polisi huru-hara Perancis berusaha mengatasi massa yang berunjuk rasa di Rennes yang terletakdi Perancis bagian barat pada hari Rabu tanggal 22 Maret 2023. Rakyat menolak Undang-Udang Reformasi Usia Pensiun yang didorong oleh Presiden Emmanuel Macron dan tengah dibahas di Mahkamah Konstitusi.
PARIS, MINGGU – Kepopuleran Presiden Perancis Emmanuel Macron menurun drastis dibandingkan dengan tahun lalu. Polemik pengesahan Undang-Undang Reformasi Usia Pensiun mengakibatkan unjuk rasa besar-besaran di seantero negeri yang beberapa di antaranya berujung kepada bentrok antara massa dengan aparat penegak hukum. Para pakar politik mengkhawatirkan ini menjadi pintu masuk bagi agenda politik ekstrem kiri maupun kanan mengambil hati masyarakat Perancis yang selama ini berada di tengah.
Berdasarkan jajak pendapat oleh Ifop per Akhir Maret 2023, popularitas Macron kini tinggal 28 persen. Ini turun drastis dibandingkan dengan tahun 2022 yang masih menempatkan kepopuleran presiden termuda dalam sejarah Perancis itu di angka 42 persen.
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi di halaman 4 dengan judul "Massa Terus Berunjuk Rasa, Popularitas Macron Turun".
Baca Epaper Kompas