logo Kompas.id
β€Ί
Humanioraβ€ΊAlokasi Belanja Negara Belum...
Iklan

Alokasi Belanja Negara Belum Optimal Dukung Pembangunan Kesehatan

Reformasi anggaran belanja negara yang tidak produktif diperlukan. Anggaran itu bisa dialihkan untuk bidang kesehatan.

Oleh
DEONISIA ARLINTA
Β· 1 menit baca
Seorang anak sedang diukur lingkar kepalanya saat mendapatkan pelayanan di Posyandu Mawar Merah, Dusun Klangon, Sedayu, Bantul. Yogyakarta, Jumat (10/2/2023). Dalam pelayanan posyandu tersebut dilakukan pemantauan tumbuh kembang anak, pemberian vitamin A, serta pemberian makanan sehat dengan protein hewani pada setiap anak. Pelayanan ini guna mencegah dan menangani tengkes (<i>stunting</i>) secara lebih tepat.
DEONISIA ARLINTA

Seorang anak sedang diukur lingkar kepalanya saat mendapatkan pelayanan di Posyandu Mawar Merah, Dusun Klangon, Sedayu, Bantul. Yogyakarta, Jumat (10/2/2023). Dalam pelayanan posyandu tersebut dilakukan pemantauan tumbuh kembang anak, pemberian vitamin A, serta pemberian makanan sehat dengan protein hewani pada setiap anak. Pelayanan ini guna mencegah dan menangani tengkes (stunting) secara lebih tepat.

JAKARTA, KOMPAS β€” Kualitas kesehatan masyarakat merupakan aspek penting untuk mendukung capaian target Indonesia Emas pada tahun 2045. Namun, komitmen negara melalui alokasi anggaran belanja pada bidang tersebut masih rendah. Reformasi anggaran perlu dilakukan dengan merealokasi belanja yang tidak produktif.

Data Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) yang diolah dari data Bank Dunia dan Kementerian Keuangan menunjukkan, belanja negara untuk kesehatan di Indonesia paling rendah dibandingkan dengan negara lain. Belanja Indonesia untuk kesehatan hanya 6,9 persen.

Editor:
EVY RACHMAWATI
Bagikan