KESEJAHTERAAN ANAK
Panti Berjuang untuk Bertahan
Pengelola panti asuhan menghadapi berbagai tantangan dalam menjalankan operasional panti. Mereka harus kreatif agar kebutuhan hidup anak-anak asuhnya tetap terpenuhi.

Anak-anak sedang bersantai dan menonton televisi di ruang tengah Panti Asuhan Putra Nusa bagian Putri, Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat, DKI Jakarta pada Rabu (26/10/2022).
JAKARTA, KOMPAS — Saat ini sejumlah pengelola panti asuhan atau lembaga kesejahteraan sosial anak atau LKSA berjuang keras untuk bertahan dalam situasi keuangan yang terbatas menyusul penurunan jumlah bantuan masyarakat dan para donatur di masa pandemi Covid-19. Di sisi lain, panti asuhan dituntut pemerintah untuk meningkatkan mutu dan standar nasional pengasuhan anak.
Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah panti asuhan mulai menjalankan unit usaha guna mencukupi kebutuhan operasionalnya setiap bulan. Ada yang membuka usaha berjualan makanan dan minuman, termasuk kebutuhan pokok. Beberapa panti asuhan memacu anak-anak asuhnya untuk maju dan berprestasi di sekolah dan mengembangkan kemampuan olahraga dan seninya.
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi di halaman 1 dengan judul "Panti Berjuang untuk Bertahan".
Baca Epaper Kompas