PERIKANAN BUDIDAYA
Demi Umur Panjang Tambak Udang
Ketika bisnis malnya jatuh akibat pandemi Covid-19, Karman Karim beralih menjadi pengusaha tambak udang intensif. Hasilnya berlimpah berkat kehadiran jaringan listrik.
/https%3A%2F%2Fasset.kgnewsroom.com%2Fphoto%2Fpre%2F2023%2F06%2F24%2Fe08c27f7-743e-4450-aea1-ab16811c21ba_jpg.jpg)
Tambak udang milik Karman Karim yang menggunakan metode kolam bioflok di Desa Buranga, Kecamatan Ampibabo Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Kamis (22/6/2023). Budidaya tambak udang modern yang intensif dan efisien tersebut dikembangkan dengan memanfaatkan teknologi modern untuk mencapai hasil produksi secara maksimal.
Setelah dua mal miliknya di Palu dan Poso, Sulawesi Tengah, harus tutup akibat pandemi Covid-19, Karman Karim (65) memutar otak untuk merintis usaha baru. Lahan seluas 8 hektar miliknya di Parigi Moutong, di tepian Teluk Tomini, disulap menjadi tambak udang. Keberuntungan kini kembali berpihak kepadanya.
”Rasanya ingin menjadi pengusaha tambak udang,” ucap Karman mengulang kembali tulisan yang ia unggah di akun Facebook miliknya saat dijumpai Kompas di Desa Buranga, Parigi Moutong, Kamis (22/6/2023). Tak disangka, unggahan yang, menurut dia, hanya iseng belaka itu menuai respons. Banyak konsultan yang menawarkan jasa, tak terkecuali sejumlah mitra produsen pakan udang yang menawarkan pinjaman hingga ratusan ton.