logo Kompas.id
EkonomiHarga Acuan Belum Berdampak,...
Iklan

Peternakan

Harga Acuan Belum Berdampak, Pengaturan Suplai Dinilai Mendesak

Hari ayam dan telur nasional semestinya jadi momentum memperkuat pengaturan suplai di hulu sekaligus mendongkrak permintaan di tingkat konsumen. Aturan soal harga acuan belum efektif mendongkrak harga di peternak.

Oleh
MARIA PASCHALIA JUDITH JUSTIARI
· 1 menit baca
Warga berbelanja kebutuhan pokok di Pasar Sei Sikambing, Medan, Sumatera Utara, Selasa (23/8/2022). Harga kebutuhan pokok, khususnya daging ayam ras, telur, dan cabai merah, naik di Medan. Inflasi di Sumut mencapai 5,61 persen secara tahunan hingga Juni.
KOMPAS/NIKSON SINAGA

Warga berbelanja kebutuhan pokok di Pasar Sei Sikambing, Medan, Sumatera Utara, Selasa (23/8/2022). Harga kebutuhan pokok, khususnya daging ayam ras, telur, dan cabai merah, naik di Medan. Inflasi di Sumut mencapai 5,61 persen secara tahunan hingga Juni.

JAKARTA, KOMPAS — Kenaikan harga acuan pembelian dinilai belum cukup untuk menstabilkan harga jual ayam pedaging di tingkat peternak. Tak hanya harga jual yang rendah, peternak juga sedang tertekan oleh peningkatan harga bahan bakar minyak atau BBM.

Ketua Umum Pengurus Pusat Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (Pinsar) Indonesia Singgih Januratmoko berpendapat, tekanan harga jual rendah dan modal tinggi menyelimuti Hari Ayam dan Telur Nasional yang diperingati setiap tanggal 15 Oktober. ”Kenaikan harga BBM membuat ongkos angkut pakan peternak naik 30 persen. Di sisi lain, harga jual peternak berkisar Rp 12.000–Rp 15.000 per kilogram,” katanya saat dihubungi pada Jumat (14/10/2022).

Editor:
MUKHAMAD KURNIAWAN
Bagikan
Memuat data...
Memuat data...
Memuat data...