logo Kompas.id
β€Ί
Ekonomiβ€ΊRI dan AS Segera Bertemu
Iklan

RI dan AS Segera Bertemu

Pemerintah menjamin pencabutan status Indonesia dari negara berkembang jadi negara maju tidak akan merambat ke GSP. Pekan depan, RI dan AS akan bertemu.

Oleh
BM Lukita Grahadyarini/M Paschalia Judith J
Β· 1 menit baca
https://cdn-assetd.kompas.id/zQe8gkcFARMssCSHSEQxw-fs0k8=/1024x576/filters:watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2018%2F05%2F453227_getattachment3a2aeb29-ce54-4c92-ad13-45faab83aca2444612.jpg
KOMPAS/NINA SUSILO

Pertemuan bilateral antara Presiden Joko Widodo dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump berlangsung akrab di sela-sela pertemuan G-20, di Hamburg, Jerman, Sabtu (8/7/2017).

JAKARTA, KOMPAS β€” Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menilai pencabutan status Indonesia dari negara berkembang menjadi negara maju oleh Perwakilan Perdagangan Amerika Serikat (USTR) tidak akan berpengaruh terhadap fasilitas sistem tarif preferensial umum (GSP). Keduanya berada di ranah yang berbeda.

Luhut menjelaskan, dalam kunjungannya ke AS, pekan lalu, Pemerintah RI telah berdialog dengan petinggi USTR, Robert Lightizer, tentang GSP. Dalam pertemuan itu, persoalan tentang peninjauan kembali fasilitas keringanan bea masuk yang diterima Indonesia dari AS itu telah selesai dibahas.

Editor:
Hendriyo Widi
Bagikan