logo Kompas.id
β€Ί
Pendidikan & Kebudayaanβ€ΊPemidanaan Dosen Unsyiah,...
Iklan

Pemidanaan Dosen Unsyiah, Pembungkaman Kebebasan Akademik

Saiful Mahdi, dosen Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, divonis tiga bulan penjara atas komentarnya di grup Whatsapp Unsyiah. Putusan PN Banda Aceh ini dinilai mengabaikan kebebasan ekspresi dan kebebasan akademik.

Oleh
Yovita Arika
Β· 1 menit baca
https://cdn-assetd.kompas.id/Ow9Pq4p5Q6Lq-YtLkBS5xOMP6Pw=/1024x784/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2019%2F11%2F20191126-OPINI-DIGITAL-Ancaman-terhadap-kebebasan-berpendapat_85287599_1574789103.jpg

JAKARTA, KOMPAS β€” Pemidanaan Saiful Mahdi, dosen Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, dinilai merupakan pembungkaman kebebasan akademik. Komentar Saiful dalam percakapan di grup Whatsapp Unsyiah merupakan ekspresi kebebasan berpendapat yang menjadi hak Saiful sebagai akademisi dan dianggap tidak ada unsur pencemaran nama baik.

Pada 21 April 2020, majelis hakim Pengadilan Negeri Banda Aceh memvonis Saiful dengan hukuman tiga bulan penjara dan denda Rp 10 juta subsider satu bulan penjara. Saiful dinilai bersalah melakukan pencemaran nama baik sebagaimana diatur dalam Pasal 27 Ayat 3 juncto Pasal 45 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Editor:
ilhamkhoiri
Bagikan