logo Kompas.id
Pendidikan & KebudayaanGuru dan Kerja Orang Jawa
Iklan

Teroka

Guru dan Kerja Orang Jawa

Oleh
Bandung Mawardi, penulis
· 1 menit baca
https://assetd.kompas.id/qejW1wt7f0IqCtK98ugNKwHDDsk=/1024x576/filters:watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2017%2F01%2F408298_getattachmentaeb5e0fd-d67d-4467-908e-5c293a677e49399694.jpg
Kompas/Iqbal Basyari

Moch Hamzah Rifwan (33), Guru Tidak Tetap di SMK N 2 Surabaya, Jawa Timur mengajar mata pelajaran Pendidikan Agama Islam, Selasa (10/1). 

Pada abad XIX, orang-orang Jawa  diangkut dengan kapal, meninggalkan Jawa menuju negeri-negeri jauh bernama Suriname dan Kaledonia Baru. Mereka dibujuk duit dan kemakmuran walau nyatanya dipekerjakan sebagai buruh, semacam Tenaga Kerja Indonesia saat ini.

Pekerjaannya berat, upah kecil, dan rindu meluap untuk pulang ke Jawa. Di negeri-negeri jauh, mereka berkeluarga dan memiliki keturunan di antara sesama suku, untuk tetap merasa Jawa meski terpisah jarak. Semacam pelepasan rindu tak tertahankan.

Editor:
Bagikan

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi di halaman 12 dengan judul "Guru dan Kerja Orang Jawa".

Baca Epaper Kompas
Terjadi galat saat memproses permintaan.
Artikel Terkait
Belum ada artikel
Iklan