logo Kompas.id
UtamaAda Hambatan Internal di Polri...
Iklan

Ada Hambatan Internal di Polri Ungkap Pelaku, Presiden Diminta Turun Tangan

Presiden Joko Widodo diminta proaktif menyelesaikan kasus penganiayaan terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi, Novel Baswedan. Penuntasan kasus ini dinilai mendesak karena menyangkut citra kepolisian yang dinilai gagal mengungkap siapa pelaku penyiraman air keras terhadap Novel.

Oleh
INSAN ALFAJRI
· 1 menit baca
https://cdn-assetd.kompas.id/fBSwIjR-680KI0qLgfaYzXQ8o40=/1024x674/filters:watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2019%2F07%2F20180411RON14.JPG_1563361509.jpg
KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO

Warga dan sejumlah aktivis yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil Peduli KPK menggelar aksi dan musik dalam Peringatan 365 Hari Peristiwa Penyerangan terhadap Novel Baswedan di depan Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (11/4/2018). Dalam aksi ini, mereka mendesak Presiden Joko Widodo segera membentuk tim gabungan pencari fakta untuk kasus itu. Penyelidikan kasus penyerangan tersebut saat ini dinilai berjalan amat lamban dan tidak signifikan.

JAKARTA, KOMPAS — Presiden Joko Widodo diminta proaktif menyelesaikan kasus penganiayaan terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi, Novel Baswedan. Penuntasan kasus ini dinilai mendesak karena menyangkut citra kepolisian yang dinilai gagal mengungkap siapa pelaku penyiraman air keras terhadap Novel.

Hal itu disampaikan oleh Manajer Kampanye Amnesty International Indonesia (AII) Puri Kencana Putri, Kamis (18/7/2019), saat dihubungi dari Jakarta. Itu karena tim pencari fakta yang dibentuk Polri enam bulan lalu belum berhasil mengungkap identitas pelaku penyerangan.

Editor:
khaerudin
Bagikan