logo Kompas.id
β€Ί
Utamaβ€ΊPendataan Rehabilitasi Lahan...
Iklan

Pendataan Rehabilitasi Lahan dan Hutan Masih Lemah

Oleh
ICHWAN SUSANTO
Β· 1 menit baca
https://cdn-assetd.kompas.id/kY6cFUeiSxXWfD1ooVKozIzRmHo=/1024x576/filters:watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2019%2F02%2F20180326_ENGLISH-LEUSER_C_web.jpg
KOMPAS/ZULKARNAINI

Kawasan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) di Desa Alur Baning, Kecamatan Babur Rahmah, Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Aceh, Minggu (11/3) yang akan ditehab dengan cara menanam pohon kehutanan. Lahan TNGL yang rusak karena perambahan akan direhab dengan cara menanam pohon kehutanan dengan pola hutan kemitraan melibat petani, pemerintah, dan lembaga swadaya masyarakat.Kompas/Zulkarnaini

JAKARTA, KOMPAS β€” Koalisi Masyarakat Sipil untuk Optimalisasi Dana Bagi Hasil Dana Reboisasi mendorong agar pendataan, pemantauan, dan evaluasi rehabilitasi hutan dan lahan diperkuat. Selama ini, data rehabilitasi lahan masih berkutat pada internal Ditjen Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung, padahal upaya-upaya ini juga bisa dikerjakan lintas direktorat, lembaga, pemerintah daerah, masyarakat, dan swasta.

Rehabilitasi hutan dan lahan selama ini kurang menampakkan hasilnya meski slogan satu orang satu pohon hingga penanaman 1 miliar pohon. Ini juga yang menjadi sentilan Presiden Joko Widodo saat menghadiri hari menanam pohon Indonesia dan Bulan Menanam Nasional 2017.

Editor:
yovitaarika
Bagikan