logo Kompas.id
UtamaKetegangan Sosial Berakar pada...
Iklan

Ketegangan Sosial Berakar pada Eksklusivisme Beragama

Oleh
satrio pangarso wisanggeni
· 1 menit baca
https://cdn-assetd.kompas.id/7fNBZtQzELzFRyW5mV6sL6GTXuA=/1024x576/filters:watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2019%2F01%2F20180601_ENGLISH-PANCASILA_A_web-1_1548515742.jpg
KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO

Umat lintas agama berbincang di patung Garuda Pancasila di Gereja Katedral Jakarta saat kumpul menjelang buka puasa bersama lintas agama dengan tema ”Menguatkan Toleransi, Persaudaraan, dan Solidaritas Kemanusiaan”, Jumat (1/6/2018). Berkumpulnya umat lintas agama pada saat Hari Lahir Pancasila ini menjadi salah satu bentuk nyata kuatnya kebersamaan lintas iman yang penting untuk menguatkan persatuan dan kesatuan bangsa.

JAKARTA, KOMPAS — Ketegangan sosial akibat sentimen agama ataupun aspek primordial lain yang akhir-akhir ini terasa diyakini berakar pada eksklusivisme beragama. Apabila sikap ini dapat dikurangi, intoleransi dengan sendirinya akan mati di Indonesia.

Eksklusivisme agama diyakini berasal dari pemahaman ilmu keagamaan yang kurang, menurut peneliti Abdurrahman Wahid Center Universitas Indonesia, Ahmad Suaedy. Suaedy melanjutkan, perkembangan internet dan media sosial dewasa ini juga tidak dapat dilepaskan dari akar munculnya eksklusivisme beragama.

Editor:
Antonius Ponco Anggoro
Bagikan