logo Kompas.id
β€Ί
Utamaβ€ΊIbarat Ayam Mati di Lumbung...
Iklan

Ibarat Ayam Mati di Lumbung Padi

Oleh
ZULKARNAINI
Β· 1 menit baca
https://cdn-assetd.kompas.id/LJpJgHBW7Ba3rHSAo4i7L1JMaAc=/1024x683/filters:watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2018%2F08%2F50C63835-A489-BEFB-F3C177ADB2463F44.jpg
KOMPAS/ZULKARNAINI

Warga Desa Tampur Paloh, Kecamatan Simpang Jernih, Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh, mengaji dengan diterangi cahaya lampu teplok, Sabtu (31/3/2018). Desa tersebut terletak di pedalaman, akses transportasi terbatas, jaringan komunikasi tidak terjangkau, fasilitas kesehatan minim, dan jaringan listrik belum masuk.

Anggaran daerah yang besar dan sumber daya alam melimpah yang dimiliki Aceh ternyata belum mampu mengangkat kemiskinan warga. Ibarat ayam mati di lumbung padi, warga masih bergelut dengan kemiskinan dan keterbelakangan di tengah kucuran dana otonomi khusus yang besarnya mencapai Rp 64 triliun sejak 2007.

Terik matahari yang membakar kepala Muliana (31), warga Gampong (Desa) Jawa, Kecamatan Kutaraja, Banda Aceh, Minggu (15/7/2018) siang, tak dihiraukannya. Dia duduk di tengah tumpukan botol bekas air kemasan. Tangan perempuan tiga anak itu dengan cekatan membersihkan mulut botol dari plastik penutupnya. Botol yang sudah bersih dimasukkan ke dalam karung. ”Kalau sudah banyak baru dijual,” kata Muliana.

Editor:
Bagikan