logo Kompas.id
›
Riset›Dualisme dan Keterpilihan...
Iklan

konflik partai politik

Dualisme dan Keterpilihan Partai Politik

Dualisme kepemimpinan di parpol adalah potret kegagalan politisi partai melakukan konsolidasi internal. Ujungnya, konflik partai pun berdampak pada elektoral di pemilu.

Oleh
Eren Marsyukrilla
· 1 menit baca

Dualisme kepemimpinan memang menjadi mimpi buruk bagi partai politik. Tak hanya soliditas internal yang terbelah, perebutan keabsahan sang pemimpin beserta gerbong loyalis itu banyak memengaruhi sepak terjang partai, termasuk tingkat elektoral.

https://assetd.kompas.id/AZjnWTA7LMLIIX4M64ooKGr2l78=/1024x921/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F03%2F20210307-Opini-6_web_1615126295.jpg

Dualisme yang membelit Partai Demokrat menambah daftar panjang perpecahan yang terjadi di tubuh partai politik. Penyelenggaraan Kongres Luar Biasa (KLB) Demokrat di Sumatera Utara yang memilih Moeldoko sebagai ketua umum menyisakan kontroversi. Polemik ini muncul karena Moeldoko yang notabene masih aktif sebagai Kepala Staf Kepersidenan bukan kader Partai Demokrat.

Editor:
yohanwahyu
Bagikan

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi di halaman 0 dengan judul "Dualisme dan Keterpilihan Partai Politik".

Baca Epaper Kompas
Terjadi galat saat memproses permintaan.
Memuat data...
Memuat data...