logo Kompas.id
β€Ί
Risetβ€ΊHasil Pilkada Kota Metro dan...
Iklan

Hasil Pilkada Kota Metro dan Dekonstruksi Politik

Kemenangan calon perseorangan merupakan gambaran dekonstruksi persaingan politik di Kota Metro, Lampung.

Oleh
Yohanes Mega Hendarto
Β· 1 menit baca
https://cdn-assetd.kompas.id/Ps9Ri75PIIu6S3bD9sUCIkMTH9Y=/1024x654/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2018%2F01%2Fkompas_tark_10745641_2_0.jpeg
Kompas

Seorang peternak ikan memberi makan ikan lele yang dibudidayakan di pekarangan rumah di wilayah Hadimulyo Timur, Kota Metro, Provinsi Lampung, Kamis (18/4/2013). Kota Metro merupakan sentra penghasil ikan lele segar dan berbagai produk olahannya yang terbesar di Lampung.

Kejutan terjadi di Pilkada Kota Metro. Pasangan calon independen Wahdi-Qomaru Zaman yang awalnya hadir sebagai kuda hitam keluar sebagai pemenang. Hasil ini menjadi gambaran dekonstruksi persaingan politik di Metro.

Hasil rekapitulasi perhitungan suara Pilkada Kota Metro, Lampung, memberikan kejutan. Pasangan calon nomor urut 01, Wahdi-Qomaru Zaman, mendapat perolehan suara terbanyak dengan 28.294 suara atau 29,08 persen. Kemenangan ini membuka lembaran sejarah baru dalam peta persaingan politik di Metro.

Editor:
yogaprasetyo
Bagikan