PEMILU 2024
Capres Tunjukkan Peluang Kerja Sama lewat Debat Pamungkas
Penampilan capres di debat terakhir, yang minim saling serang dan banyak persetujuan, tak tertutup sebuah keterbukaan.
/https%3A%2F%2Fasset.kgnewsroom.com%2Fphoto%2Fpre%2F2024%2F02%2F04%2F4775723e-0dc6-4913-a285-08c5ba756f84_jpg.jpg)
Tiga pasangan calon presiden dan calon wakil presiden bergandengan tangan di panggung pada sesi akhir debat putaran ke-5 calon presiden Pemilu 2024 di Jakarta Convention Center, Jakarta, Minggu (4/2/2024). Tema debat kelima ini seputar kesejahteraan sosial, kebudayaan, pendidikan, teknologi informasi, kesehatan, ketenagakerjaan, sumber daya manusia, dan inklusi.
JAKARTA, KOMPAS — Penampilan calon presiden dalam debat terakhir pada Minggu (4/2/2024) malam yang minim saling serang dan lebih banyak memberikan persetujuan satu sama lain tidak dimungkiri merupakan bentuk keterbukaan untuk bekerja sama pascapemilihan presiden. Namun, kepastian untuk berkoalisi di pemerintahan masih harus menunggu hasil Pilpres 2024.
Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, Habiburokhman, di Jakarta, Senin (5/2/2024), membenarkan bahwa sepanjang debat calon presiden (capres) terakhir berlangsung, Prabowo kerap menyetujui gagasan dari dua kandidat lawannya, yakni Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo. Ia tidak memungkiri, kesamaan pandangan dan kesetujuan itu merupakan indikasi keterbukaan untuk bekerja sama dengan para rivalnya setelah Pilpres 2024 usai. Apalagi, merujuk hasil survei sejumlah lembaga, pasangan Prabowo-Gibran unggul atas Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar dan Ganjar Pranowo-Mahfud MD, hingga sembilan hari menjelang pemungutan suara.