logo Kompas.id
β€Ί
Politik & Hukumβ€ΊKebutuhan Hakim Agung di MA...
Iklan

Kebutuhan Hakim Agung di MA Belum Terpenuhi

Mahkamah Agung segera mengajukan kembali permintaan penambahan hakim agung, terutama untuk kamar pidana, karena tak ada satu pun calon hakim dari kamar tersebut yang lolos dalam uji kelayakan dan kepatutan di DPR.

Oleh
DIAN DEWI PURNAMASARI
Β· 1 menit baca
Hakim <i>ad hoc</i> tipikor tingkat banding pada Pengadilan Tinggi Sulawesi Tengah, Ansori, menyampaikan paparan saat uji kelayakan dan kepatutan calon hakim agung dan hakim <i>ad hoc</i> pada Mahkamah Agung di Kompleks Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (21/1/2020).
KOMPAS/HERU SRI KUMORO (KUM)

Hakim ad hoc tipikor tingkat banding pada Pengadilan Tinggi Sulawesi Tengah, Ansori, menyampaikan paparan saat uji kelayakan dan kepatutan calon hakim agung dan hakim ad hoc pada Mahkamah Agung di Kompleks Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (21/1/2020).

JAKARTA, KOMPAS β€” Mahkamah Agung segera mengajukan kembali permintaan penambahan hakim agung, terutama untuk kamar pidana karena tidak ada satu pun calon hakim dari kamar tersebut yang lolos dalam uji kelayakan dan kepatutan di DPR. Sebelumnya, MA mengajukan kebutuhan empat hakim untuk kamar pidana. Komisi Yudisial menyatakan kesiapan untuk menggelar kembali seleksi calon hakim agung untuk memenuhi kebutuhan itu.

Dalam uji kelayakan dan kepatutan yang digelar Komisi III DPR, Senin-Rabu (27-29/6/2022), DPR hanya meloloskan dua calon hakim agung, yaitu Nani Indrawati untuk kamar perdata dan Cerah Bangun untuk kamar tata usaha negara khusus pajak. Adapun dua hakim ad hoc tipikor yang diloloskan adalah Agustinus Purnomo Adi dan Arizon Mega Jaya.

Editor:
ANTONIUS PONCO ANGGORO
Bagikan