Survei Kompas
Parpol Perlu Kerja Keras Rangkul Generasi Z dan Y
Strategi baru dibutuhkan parpol untuk mendekati Gen Z dan Y yang kritis. Generasi ini bisa menjadi penyumbang ”golput” yang besar di Pemilu 2024 jika aspirasi mereka tak diakomodasi.
/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2018%2F01%2Fkompas_tark_7722925_1_2.jpeg)
Pemilih pemula pemilihan presiden menggunakan haknya di KBRI Singapura, Minggu (6/7/2014). Animo WNI mengikuti pilpres lebih tinggi dibandingkan saat pemilu legislatif.
JAKARTA, KOMPAS — Partai politik perlu mengubah strateginya dalam mendekati pemilih dari generasi Z dan Y yang lebih kritis dan tertarik dengan isu yang dekat dengan keseharian mereka. Dengan waktu tersisa sekitar 2,5 tahun sebelum Pemilu 2024, parpol harus mulai bekerja keras mengubah pendekatan, baik dalam tawaran kebijakan maupun pola komunikasinya, untuk generasi itu.
Apalagi, porsi pemilih Gen Y dan Z cukup besar. Berkaca dari data Komisi Pemilihan Umum, misalnya, pemilih berusia maksimal 30 tahun saja sudah 60,3 juta jiwa atau 31,7 persen dari total pemilih tetap Pemilu 2019.
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi di halaman 1 dengan judul "Parpol Perlu Kerja Keras Rangkul Generasi Z dan Y".
Baca Epaper Kompas