logo Kompas.id
›
Politik & Hukum›Langkah Setelah Pencopotan...
Iklan

Langkah Setelah Pencopotan Ditunggu

Dua perwira tinggi Polri kembali dicopot terkait perkara pelarian Joko Tjandra. Butuh sinergi antarpenegak hukum untuk menangkap Joko.

Oleh
Norbertus Arya Dwiangga Martiar/ Nikolaus Harbowo
· 1 menit baca
https://cdn-assetd.kompas.id/B_oT-9r6xSjS3Ze1FF6ckGRWZCc=/1024x576/filters:watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2020%2F07%2F20200701_ENGLISH-JOKO-TJANDRA-MENGHILANG_A_web_1593616096.jpg
KOMPAS/DANU KUSWORO

Terdakwa dalam kasus Bank Bali, Joko Soegiarto Tjandra, berbicara dengan penasihat hukumnya (tak terlihat) saat tuntutan pidana dibacakan jaksa penuntut umum Antazari Ashar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (31/7/2008). Joko dituntut hukuman 18 bulan penjara.

JAKARTA, KOMPAS— Kepala Polri Jenderal (Pol) Idham Azis, Jumat (17/7/2020), kembali mencopot dua perwira tinggi Polri dari jabatannya terkait pelarian narapidana perkara pengalihan hak tagih utang atau cessie Bank Bali, Joko Soegiarto Tjandra. Langkah tegas ini diharapkan berlanjut dengan mengusut tuntas pihak-pihak yang membantu Joko bergerak bebas masuk-keluar Indonesia serta menangkap Joko yang telah buron sejak 2009.

Dua perwira tinggi Polri yang kemarin dicopot adalah Inspektur Jenderal (Irjen) Napoleon Bonaparte dari jabatannya sebagai Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri serta Brigadir Jenderal (Pol) Nugroho Wibowo dari posisinya sebagai Sekretaris NCB Interpol Indonesia. Keduanya dicopot karena melanggar kode etik Polri terkait penerbitan surat pemberitahuan penghapusan red notice Joko Tjandra.

Editor:
Antony Lee
Bagikan