Bahasa
Mengapa Stratejik?
Kesalahan berbahasa sebagian disebabkan ketidaktahuan atau keengganan pengguna bahasa untuk merujuk pada sumber resmi.

Ribuan entri yang memuat stratejik dan kata tidak baku lain dapat ditemukan di internet.
Kalau tidak karena kegaduhan yang ditimbulkan oleh promosi doktor Bahlil Lahadalia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, barangkali tak banyak—termasuk saya—yang mengetahui ada Sekolah Kajian Stratejik dan Global di Universitas Indonesia (UI). Penamaan sekolah ini segera menarik perhatian saya, terutama kata stratejik. Mengapa stratejik, bukan strategik atau strategis?
Stratejik dan strategik bukanlah kata baku, tidak dijumpai dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Yang ada pada KBBI ialah strategis, suatu adjektiva yang memiliki dua arti: ’berhubungan, bertalian, berdasar strategi’ dan ’baik letaknya (tentang tempat)’.
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi di halaman 5 dengan judul "Mengapa Stratejik?".
Baca Epaper Kompas