Krisis Iklim
Indonesia Cemas 2045
Di tengah krisis iklim, kita butuh pemimpin yang mampu menjawab kecemasan iklim dengan komitmen yang ambisius.

Terlahir di keluarga petani, hingga kini keluarga saya tidak pernah membeli beras. Nasi yang tersedia di meja makan merupakan olahan dari hasil sawah keluarga besar kami. Karena produksinya cukup banyak, selain disimpan dan dimasak, juga dijual.
Sayangnya, pertanian 20 tahun lalu dan sekarang tidak lagi sama. Sumber air jauh berkurang, musim tidak lagi teratur, hama makin banyak. Setiap musim tanam padi, keluarga kami (dan para petani lain) selalu resah soal air. Jika dahulu irigasi yang asal airnya dari mata air dan sungai kecil mencukupi, kini para petani harus memompa air dari sungai dalam atau menggali sumur. Jika tidak, niscaya gagal panen.