Polemik PPDS Undip
Soal Perundungan di PPDS, Undip Minta Semua Pihak Tunggu Hasil Penyelidikan Polisi
Semua pihak diminta tak berdebat soal dugaan perundungan terhadap mendiang ARL, mahasiswi PPDS Anestesi Undip.
/https%3A%2F%2Fasset.kgnewsroom.com%2Fphoto%2Fpre%2F2024%2F08%2F15%2F53738cf7-fe99-4759-abcc-f360e0cdfc61_jpg.jpg)
Sebuah spanduk bertuliskan ”Gerakan Zero Bullying” dipasang di Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, Rumah Sakit Dr Kariadi, Kota Semarang, Jawa Tengah, Kamis (15/8/2024). Spanduk itu muncul bersamaan dengan kasus bunuh diri mahasiswa akibat peundungan. Budaya perundungan di lingkungan fakultas kedokteran tersebut hingga saat ini diduga masih berlangsung meregenerasi.
SEMARANG, KOMPAS — Kasus perundungan yang diduga terjadi pada mendiang ARL (30), mahasiswi Program Pendidikan Dokter Spesialis Anestesi Universitas Diponegoro, sedang diselidiki polisi. Rektor Universitas Diponegoro Suharnomo meminta semua pihak berhenti berdebat dan menunggu hasil penyelidikan tersebut.
”Saya minta jajaran sivitas akademika berhenti berpolemik dan berdebat tentang kematian mahasiswa PPDS Fakultas Kedokteran Undip. Stop sekarang juga. Tidak usah membuat pernyataan-pernyataan dan tidak usah terpancing. Kita tunggu sampai ada hasil penyidikan resmi dari kepolisian,” kata Suharnomo, Jumat (6/9/2024).