BANJIR TERNATE
Berpotensi Susulan, Petugas agar Waspada Saat Evakuasi Banjir Bandang Ternate
Petugas diminta segera menjauh dan melaporkan ke instansi berwenang jika terjadi perkembangan aliran di sungai.

Sejumlah rumah warga yang rusak akibat banjir bandang di Kelurahan Rua, Kota Ternate, Maluku Utara, Minggu (25/8/2024). Banjir bandang yang membawa material tanah, pasir, dan batu dari gunung itu menerjang Kelurahan Rua pada Minggu pukul 04.00 WIT dan mengakibatkan tiga orang meninggal. Sementara tim gabungan terus melakukan upaya pencarian korban lainnya yang diperkirakan masih tertimbun lumpur.
BANDUNG, KOMPAS — Proses evakuasi korban banjir bandang di Kota Ternate, Maluku Utara, Minggu (25/8/2024), dilakukan dengan penuh kewaspadaan. Potensi bencana susulan perlu diwaspadai agar korban tidak bertambah, seperti yang terjadi pada longsor di Sumedang, Jawa Barat, tahun 2021.
Berdasarkan data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), banjir bandang terjadi di zona kerentanan gerakan tanah menengah. Di area ini, pergeseran bahkan longsor dapat terjadi pada wilayah yang berbatasan dengan lembah sungai, lereng curam yang mengalami gangguan, hingga tebing pemotongan jalan.